
Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke Bandar Lampung tempat dimana saya belajar dan menempa ilmu hukum dan ilmu kehidupan yang luar biasa. Saya berkunjung ke tempat saudara saya, bukan saudara sedarah namun saudara seiman dan islam. Saya memang tidak memiliki saudara sedarah di Lampung namun saya memiliki saudara melebihi saudara sedarah, kenapa saya katakan demikian? karena kami bersaudara di atas Landasan Iman dan Islam, landasan ini yang sangat kuat mengikat, karena Allah telah mengikat hati-hati ini dengan cinta dan sayangNya. Ingatan saya pun melambung dibeberapa tahun silam, dimana saya kali pertama menjejakan kaki di tanah Lampung, tepatnya di Bandar Lampung untuk menempuh studi Ilmu Hukum di Kampus hijau, Kampus hijau dikatakan demikian karena ternyata usut punya usut hijau menjadi sebuah lambang religius, Kampus hijau saya ini memang kampus yang amat kental dengan nuansa keagamaannya, baru ini saya lihat anak-anak muda nan sholeh dan sholehah di Kampus ini, Universitas Lampung (Unila) salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang mungin akan terasa asing didengar oleh kebanyakan orang diluar pulau Sumatera, memang karena kurang familiar diluar pulau Sumatera. Bersebelahan kampus Unila terdapat Perkampungan Mahasiswa yang memang didominasi oleh para Mahasiswa, Kampung Baru namanya, disana terlihat seperti lingkungan Pesantren karena dominasi Mahasiswi nya mengenakan hijab rapi yang menutup rapat aurat mereka, entahlah saya berpikir saya adalah orang paling beruntung karena kali pertama menjejakan kaki di Kampung Baru maupun di Unila saya hanya melihat senyum manis yang bertebaran bersama salam dari wanit-wanita sholehah yang tidak lain adalah Mahasiswi Unila, dan lagi-lagi yang saya temui di sana adalah pemuda-pemuda nan sholeh, yang berjalan dengan menundukan pandangannya, itulah potret yang Allah perihatkan kepada saya, Subhanallah... alangkah beruntungnya saya diperlihatkan potret yang semacam ini di daerah yang sama sekali saya tidak ketahui, Allah melindungi saya dari hal-hal negatif ketika saya jauh dari keluarga.
Seperti napak tilas rasanya beberapa hari di Lampung, saya berkunjung kembali ke Kampus hijau yang sudah nampak berbagai perubahan fisiknya, namun tidak mengubah sisi hati saya dalam merasakan hangatnya ukhuwah yang terjalin di Kampus hijau ini. Saya rindu sekali teramat rindu dengan saudara-saudara saya yang sama-sama berjuang untuk menjadi manusia yang baik bahkan lebih baik, kali pertama di Lampung inilah Allah memberikan hidayah kepada saya, hidayah yang luar biasa yang tak pernah terlintas sedikitpun dahulu. Hidayah dengan sebuah kecintaan dari Rabbul Izzati, di Kampus hijau ini pula saya temukan cinta sesungguhnya, cinta yang diletakkan atas dasar Iman, Cinta yang bersemi karena kecintaan terhadap Allah SWT, cinta ini pula yang mengantarkan saya bersama saudara saudara saya berjuang demi tegaknya cahaya Illahi. rindu sekali teramat rindu sekali bahkan saya kepada saudara-saudara seperjuangan. Ini adalah hal luar biasa, bersama saudara-saudara saya, saya rasakan betapa surga rasanya dekat sekali, ketika bertemu kami tak pernah lupa salam dan sapa, tiap hri bertemu namun rasanya seperti beberapa masa tak bertemu, rindu rindu sekali... (bukan pula saya lebih-lebihkan hal ini, namun memang ini lah kenyataannya, karena kami bersahabat, kami bersaudara, kami meletakkan segalanya atas dasar Iman dan cinta karena Allah, maka semua hal yang terucap dan keluar dari kami adalah hal-hal yang indah). walau pun saya tak memungkiri pasti ada sedikit gesekan-gesekan diantara kami, namun gesekan-gesekan tersebut tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan cinta, kasih dan sayang yang kami miliki, sekali lagi karena semua ini diletakkan atas dasar kecintaan pada Allah dan kami berusaha untuk mengikuti akhlak Rasulullah walaupun masih jauh rasanya interaksi kami dengan sahabat-sahabat pada zaman Rasul, namun kami berusaha untuk bisa seperti idola kami Rasulullah SAW.. semoga kami dimasukkan kedalam golongan umat Muhammad SAW. Aamiin Allahummaamiin..
Dari Abu Hamzah, Anas bin Mâlik Radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. [HR al-Bukhâri dan Muslim]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah berfirman pada Hari Kiamat, “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku pada hari ini? Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Muslim; Shahih)
Dari Abu Muslim al-Khaulani radhiyallahu ‘anhu dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan dari Rabb-nya, dengan sabdanya, ‘Orang-orang yang bercinta karena Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya dalam naungan ‘Arsy pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya.”
Abu Muslim radhiyallahu ‘anhu melanjutkan, “Kemudian aku keluar hingga bertemu ‘Ubadah bin ash-Shamit, lalu aku menyebutkan kepadanya hadits Mu’adz bin Jabal. Maka ia mengatakan, ‘Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan dari Rabb-nya, yang berfirman, ‘Cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling tolong-menolong karena-Ku, dan cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling berkunjung karena-Ku.’ Orang-orang yang bercinta karena Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya dalam naungan ‘Arsy pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya.” (HR. Ahmad; Shahih dengan berbagai jalan periwayatannya)
Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia menuturkan, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah berfirman, "Orang-orang yang bercinta karena keagungan-Ku, mereka mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya sehingga para nabi dan syuhada iri kepada mereka.” (HR. At-Tirmidzi; Shahih)
Cintaku di Kampus hijau telah berbalut sutera kasih yang amat lembut, cintaku di kampus hijau telah mengantarkanku kepada Jalan Cahaya, Cintaku di kampus hijau telah mampu mematahkan sendi-sendi kesombongan dan kecongkakan yang ada, cintaku di kampus hijau bersemi untuk selamanya hingga surga kelak (Insyaallah). Berdekatan dengan kalian (saudara-saudara seiman) seperti berdekatan dengan surga hal tersebut pernah diucapkan amirul mukminin Umar Bin Khattab RA, luar biasa!! tak ada aliran sedarah yang mengalir dalam persaudaraan ini, namun aliran cinta karena Allah lah yang mengalir dalam aliran darah ini hingga persaudaraan ini tak akan pernah musnah tertelan masa kecuali telah hilang kecintaan kita terhadap Allah dn RasulNya, maka selama Kecintaan karena Allah dan RasulNya dalam tali ini, maka tali persaudaraan ini pun tak akan pernah putus hingga dipertemukan kembali dari para pencinta tersebut kedalam surga Allah. Aamiin..
Teruskan Perjuangan
by Brothers
Sekian Lama Kita Bersama
Berkasih Bercinta Sesama Kita
Segala Dugaan Yang Menimpa Kita
Iman Dan Taqwa Menguatkan Kita
Tiba Masanya Perpisahan Kita
Kedatangannya Mendebarkan Jiwa
Kita Hanya Mampu Untuk Merancang
Tetapi Allah Yang Menentukan
Teruskan Perjuangan Dan Terus Berkorban
Meskipun Kita Akan Berjauhan
Teruskan Perjuangan dan Terus Berkorban
Demi Menegakkan Islam
Manisnya Ketika Berjuang Bersama
Suka Dan Duka Dirasa Bersama
Kini Semuanya Tinggal Kenangan
Tiada Mungkin Akan Berulang
Berpisah Di Mata Di Hati Jangan
Moga Perpisahan Diredhai Tuhan
