Wednesday, February 22, 2012

Cintaku di Kampus Hijau


Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke Bandar Lampung tempat dimana saya belajar dan menempa ilmu hukum dan ilmu kehidupan yang luar biasa. Saya berkunjung ke tempat saudara saya, bukan saudara sedarah namun saudara seiman dan islam. Saya memang tidak memiliki saudara sedarah di Lampung namun saya memiliki saudara melebihi saudara sedarah, kenapa saya katakan demikian? karena kami bersaudara di atas Landasan Iman dan Islam, landasan ini yang sangat kuat mengikat, karena Allah telah mengikat hati-hati ini dengan cinta dan sayangNya. Ingatan saya pun melambung dibeberapa tahun silam, dimana saya kali pertama menjejakan kaki di tanah Lampung, tepatnya di Bandar Lampung untuk menempuh studi Ilmu Hukum di Kampus hijau, Kampus hijau dikatakan demikian karena ternyata usut punya usut hijau menjadi sebuah lambang religius, Kampus hijau saya ini memang kampus yang amat kental dengan nuansa keagamaannya, baru ini saya lihat anak-anak muda nan sholeh dan sholehah di Kampus ini, Universitas Lampung (Unila) salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia yang mungin akan terasa asing didengar oleh kebanyakan orang diluar pulau Sumatera, memang karena kurang familiar diluar pulau Sumatera. Bersebelahan kampus Unila terdapat Perkampungan Mahasiswa yang memang didominasi oleh para Mahasiswa, Kampung Baru namanya, disana terlihat seperti lingkungan Pesantren karena dominasi Mahasiswi nya mengenakan hijab rapi yang menutup rapat aurat mereka, entahlah saya berpikir saya adalah orang paling beruntung karena kali pertama menjejakan kaki di Kampung Baru maupun di Unila saya hanya melihat senyum manis yang bertebaran bersama salam dari wanit-wanita sholehah yang tidak lain adalah Mahasiswi Unila, dan lagi-lagi yang saya temui di sana adalah pemuda-pemuda nan sholeh, yang berjalan dengan menundukan pandangannya, itulah potret yang Allah perihatkan kepada saya, Subhanallah... alangkah beruntungnya saya diperlihatkan potret yang semacam ini di daerah yang sama sekali saya tidak ketahui, Allah melindungi saya dari hal-hal negatif ketika saya jauh dari keluarga.

Seperti napak tilas rasanya beberapa hari di Lampung, saya berkunjung kembali ke Kampus hijau yang sudah nampak berbagai perubahan fisiknya, namun tidak mengubah sisi hati saya dalam merasakan hangatnya ukhuwah yang terjalin di Kampus hijau ini. Saya rindu sekali teramat rindu dengan saudara-saudara saya yang sama-sama berjuang untuk menjadi manusia yang baik bahkan lebih baik, kali pertama di Lampung inilah Allah memberikan hidayah kepada saya, hidayah yang luar biasa yang tak pernah terlintas sedikitpun dahulu. Hidayah dengan sebuah kecintaan dari Rabbul Izzati, di Kampus hijau ini pula saya temukan cinta sesungguhnya, cinta yang diletakkan atas dasar Iman, Cinta yang bersemi karena kecintaan terhadap Allah SWT, cinta ini pula yang mengantarkan saya bersama saudara saudara saya berjuang demi tegaknya cahaya Illahi. rindu sekali teramat rindu sekali bahkan saya kepada saudara-saudara seperjuangan. Ini adalah hal luar biasa, bersama saudara-saudara saya, saya rasakan betapa surga rasanya dekat sekali, ketika bertemu kami tak pernah lupa salam dan sapa, tiap hri bertemu namun rasanya seperti beberapa masa tak bertemu, rindu rindu sekali... (bukan pula saya lebih-lebihkan hal ini, namun memang ini lah kenyataannya, karena kami bersahabat, kami bersaudara, kami meletakkan segalanya atas dasar Iman dan cinta karena Allah, maka semua hal yang terucap dan keluar dari kami adalah hal-hal yang indah). walau pun saya tak memungkiri pasti ada sedikit gesekan-gesekan diantara kami, namun gesekan-gesekan tersebut tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan cinta, kasih dan sayang yang kami miliki, sekali lagi karena semua ini diletakkan atas dasar kecintaan pada Allah dan kami berusaha untuk mengikuti akhlak Rasulullah walaupun masih jauh rasanya interaksi kami dengan sahabat-sahabat pada zaman Rasul, namun kami berusaha untuk bisa seperti idola kami Rasulullah SAW.. semoga kami dimasukkan kedalam golongan umat Muhammad SAW. Aamiin Allahummaamiin..

Dari Abu Hamzah, Anas bin Mâlik Radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. [HR al-Bukhâri dan Muslim]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah berfirman pada Hari Kiamat, “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku pada hari ini? Aku akan menaungi mereka dalam naungan-Ku pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Ku.” (HR. Muslim; Shahih)

Dari Abu Muslim al-Khaulani radhiyallahu ‘anhu dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan dari Rabb-nya, dengan sabdanya, ‘Orang-orang yang bercinta karena Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya dalam naungan ‘Arsy pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya.”

Abu Muslim radhiyallahu ‘anhu melanjutkan, “Kemudian aku keluar hingga bertemu ‘Ubadah bin ash-Shamit, lalu aku menyebutkan kepadanya hadits Mu’adz bin Jabal. Maka ia mengatakan, ‘Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan dari Rabb-nya, yang berfirman, ‘Cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling tolong-menolong karena-Ku, dan cinta-Ku berhak untuk orang-orang yang saling berkunjung karena-Ku.’ Orang-orang yang bercinta karena Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya dalam naungan ‘Arsy pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya.” (HR. Ahmad; Shahih dengan berbagai jalan periwayatannya)

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia menuturkan, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah berfirman, "Orang-orang yang bercinta karena keagungan-Ku, mereka mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya sehingga para nabi dan syuhada iri kepada mereka.” (HR. At-Tirmidzi; Shahih)

Cintaku di Kampus hijau telah berbalut sutera kasih yang amat lembut, cintaku di kampus hijau telah mengantarkanku kepada Jalan Cahaya, Cintaku di kampus hijau telah mampu mematahkan sendi-sendi kesombongan dan kecongkakan yang ada, cintaku di kampus hijau bersemi untuk selamanya hingga surga kelak (Insyaallah). Berdekatan dengan kalian (saudara-saudara seiman) seperti berdekatan dengan surga hal tersebut pernah diucapkan amirul mukminin Umar Bin Khattab RA, luar biasa!! tak ada aliran sedarah yang mengalir dalam persaudaraan ini, namun aliran cinta karena Allah lah yang mengalir dalam aliran darah ini hingga persaudaraan ini tak akan pernah musnah tertelan masa kecuali telah hilang kecintaan kita terhadap Allah dn RasulNya, maka selama Kecintaan karena Allah dan RasulNya dalam tali ini, maka tali persaudaraan ini pun tak akan pernah putus hingga dipertemukan kembali dari para pencinta tersebut kedalam surga Allah. Aamiin..

Teruskan Perjuangan
by Brothers

Sekian Lama Kita Bersama
Berkasih Bercinta Sesama Kita
Segala Dugaan Yang Menimpa Kita
Iman Dan Taqwa Menguatkan Kita
Tiba Masanya Perpisahan Kita
Kedatangannya Mendebarkan Jiwa
Kita Hanya Mampu Untuk Merancang
Tetapi Allah Yang Menentukan
Teruskan Perjuangan Dan Terus Berkorban
Meskipun Kita Akan Berjauhan
Teruskan Perjuangan dan Terus Berkorban
Demi Menegakkan Islam
Manisnya Ketika Berjuang Bersama
Suka Dan Duka Dirasa Bersama
Kini Semuanya Tinggal Kenangan
Tiada Mungkin Akan Berulang
Berpisah Di Mata Di Hati Jangan
Moga Perpisahan Diredhai Tuhan

Saturday, February 4, 2012

Menangis

menangis? ya aktifitas yang bisa dilakukan saat ini, entah kenapa harus selalu ada air mata ditiap etape kehidupan, sesak rasanya tapi entah bagaimana menyingkirkannya..

Allah.. aku yakin air mata ini tak selamanya mengalir dipipiku, karena pasti ada senyum diakhir aliran air mata ini,

Allah.. aku lelah rasanya, namun ku yakin tak akan tersungkur lama dalam kesedihan ini, rasa lelah yang hinggap membuatku sesak, tapi mungkin ini sebuah uji coba dariMu untuk melihat seberapa besar kecintaanku kepadaMu dibanding kecintaanku kpd selainMU, ku yakin engkau hendak melihat seberapa tegar dan seberapa sabarkah diriku ini?

Allah.. aku tak akan pernah sanggup hidup tanpa arahan dariMu, aku tak sanggup berdiri tegak tanpa penopang dariMu,

Allah.. aku pasrahkan segalanya yang ada dalam hidupku kepadaMu, aku pasrah aku ridho dengan apa yang kau beri, asalkan Engkau pun ridho kepadaku

Allah.. saat diri ini tak sanggup lagi berdiri, maka bantu aku untuk bisa menatap tegak kedepan, tatihlah langkahku selalu, karena ku hanya mampu berjalan jika Engkau menuntunku..

Aku titip segalanya padaMu ya Rabb... agar selalu berada dalam pandanganMu

Friday, February 3, 2012

Pernikahan itu antara Surga atau Neraka?


hmmm...seperti sudah bertahun-tahun tidak menulis seakan itu yang bisa merepresentasikan dalam blog ini, entahlah nampaknya rasa malas sedang meghinggapi diri hingga menjadikan diri tidak produktif, ada sebuah pertanyaan simple dari seorang kawan minggu lalu, kenapa blognya menjadi sepi dari tulisan? lama nampaknya tidak menulis kembali, pertanyaan simple dari seorang kawan yang menggugah naluriah saya dalam menulis, seperti sebuah magnet spirit untuk menggoyangkan kembali jari ini diatas tuts laptop, pertanyaan simple kedua adalah, kapan akan meneruskan kuliah lagi? dengan kata lain kapan jadi master? hahaha..agak membuat saya tertawa juga karena nampaknya ini hanya cita-cita yang tak kunjung terealisasikan hingga kini, lagi-lagi pertanyaan ini seperti memberikan saya sebuah sengatan listrik, kaget lalu diam berpikir sejenak,"what should i do?", i don't know exactly. Sebenarnya target batas waktu saya harus meraih gelar master adalah di usia 32 tahun, paling tidak itulah target saya di usia 32 tahun, ya..saya masih mempunyai waktu untuk bisa meraihnya itu semua, harapannya adalah bisa mendapatkan scholarship, tapii...haduuh lagi-lagi malas menghinggapi.. need some energy booster!!!

Lagi tidak kepikiran untuk sekolah lagi... tapi terkadang suka mupeng kalau lagi lihat-lihat announcement scholarship overseas, pingin bangets!! sudahlah jangan mimpi terus.. ini lah sifat orang pemalas, disuruh mimpi aja malas bagaimana disuruh untuk meraihnya..it's so weird hahaha... mau apa ya..? hmmm... mau nikah kali ya? wuuiiih... berani?? belum cukup punya nyali untuk itu, nah ini mungkin menjadi bahasan yang sangat menarik untuk ditulis, bebarapa minggu ini saya lumayan merenung masalah pernikahan, yang tidak ada seorangpun yang tidak menginginkannya, semua yang cinta pada Rasulnya pasti ingin sekali menunaikan sunnahnya yang satu ini. Renungan saya dalam beberapa minggu ini adalah "Pernikahan itu adalah antara surga dan neraka", kenapa begitu? mari kita coba untuk membuka pikiran kita dulu, tapi entahlah mungkin ini hanya pemikiran saya saja yang terlalu jauh kesana..

bagi saya pernikahan adalah sebuah pintu saya apakah menuju ke surga ataukah ke neraka, menjadi sholehah ataukah durhaka? yah, pilihannya hanya 2 (dua) itu tak ada yang ditengah-tengah atau ruang grey didalamnya, yang ada hanya hitam atau putih. kenapa saya katakan pernikahan merupakan jarak antara surga dan neraka, karena itulah jarak antara ketaatan ataukah kedurhakaan seorang wanita, dan bagi laki-laki demikian juga, karena istri adalah tanggung jawabnya. Saya tak akan memberikan pemikiran saya tentang kaum laki-laki disini, karena yang saya tempatkan adalah diri saya sebagai seorang wanita hehee.. yang pertama, bila menjadi istri apakah saya bisa taat terhadap suami saya? jawaban simple yah pasti bisa donk.. iya kalau suamimu adalah diatas kamu dengan kata lain lebih sholeh, lebih cerdas, lebih segalanya dari istri,, namun bagaimana kalau kurang dari sang istri, apakah masih bisa taat?? banyak dari kita yang memimpikan indahnya pernikahan, memiliki pasangan kemudian punya anak-anak, hidup berkecukupan that's it.. tidak semua yang kita inginkan tercapai, tidak semua yang kita mimpikan terwujud dengan mudah, apakah artinya mimpi yang terwujud apabila tidak diraih dengan susah payah?? dimana letak kepuasannya? nothing saya pikir, ketika mimpi diraih dengan mudah maka yang ada adalah sifat kurang bersyukur, selalu ingin lebih lebih dan lebih dan tak akan habisnya.

Apakah saya mampu menjadi ibu yang sholehah bagi anak-anak saya kelak? mendidik anak bukan perkara yang mudah, butuh kesabaran, keikhlasan, dan ilmu yang luar biasa sebagai bekal seorang ibu, tanpa itu semua tak mungkinlah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang hebat kedepannya, hebat dalam segi akhlak, intelektualitas dan emosionalnya dalam bermasyarakat kelak, atau hanya ingin menjadi ibu yang biasa-biasa saja? yang penting anak cerdas, tidak kekurangan satu apapun, tidak cukup!! maju dan runtuhnya negeri ini ada ditangan para wanita, kenapa? karena wanita/ ibu adalah madrasah atau sekolah pertama dalam pembentukan akhlak seorang anak yang kelak akan menjadi penerus bangsa ini. Ketika saya tidak mampu menjadi madrasah yang baik bagi pembentukan akhlak anak-anak saya, maka neraka menanti. ibu menjadi contoh atau tauladan bagi anak-anaknya, jika yang dicontohkan baik maka baik pula lah yang akan kita tuai, namun jika keburukan yang kita contohkan entah sengaja maupun tidak maka keburukanlah yang kita tuai.

Pernikahan merupakan awal permasalahan dari dua insan yang berpadu, loh kenapa? kok gitu? eitss...jangan disanggah dulu, mari sama-sama kita tilik dari beberapa sisi. Coba kita bayangkan saat kita masih single, apa yang kita lakukan tidak mesti ada persetujuan dari siapapun, tapi tidak untuk yang sudah menikah, ketika menikah maka hal sekecil apapun harus didiskusikan, harus melalui beberapa etape hingga mendapatkan persetujuan dan itu merupakan proses yang sangat panjang dan rumit, bayangkan dua orang dalam satu atap dengan segala perbedaan-perbedaan yang ada pada masing-masing diri tersebut yang pada akhirnya diharuskan untuk mencapai sebuah hasil bersama atau win win solution demi kebaikan bersama yang satu sama ain tidak ada yang merasa kalah atau tidak ada yang merasa benar, dan saya pikir itu tidak semudah membalikan telapak tangan, sudahlah jalani saja perjalanan pernikahan itu, sepert itu saja?? tidak, saya pikir.. pernikahan bukan hanya sebuah perjalanan yang masing-masing berjalan sendiri-sendiri dengan pikirannya masing-masing, pernikahan sebuah proses perjalanan panjang dengan akhir tujuan adalah menuju surga, pernikahan bertujuan bukan sekedar perjalanan biasa, punya anak-anak cerdas, sehat, cukup/mampu dan setelah itu selesai? no, Pernikahan adalah sebuah perjalanan untuk meggapai ridho Illahi, diantara kita semua pasti sepakat pernikahan adalah sebuah jembatan untuk menuju pertemuan dengan Rabb pemilik ruh ini, kita semua sepakat bahwa tujuan akhir dari pernikahan kita adalah bisa menatap wajah Rabb izzati, dapat bertatapan pula dengan wajah teduh Rasulullah, bercengkraman dengan orang-orang sholeh yang telah lebih dulu menuju surganya Allah. Apakah mudah meraih itu semua? tidak saudaraku, hal itu membutuhkan proses yang panjang, proses yang tidak mudah, perlu ilmu dan amal untuk mencapai itu semua, niat awal sebuah pernikahan saja tidak cukup, karena terkadang niat tersebut akan mudah luntur seiring dengan berjalannya waktu, pernikahan merupakan perjalanan dengan proses yang amat panjang maka selalu memperbaiki niat dalam tiap perjalanan menjadi sebuah keharusan agar pernikahan mencapai tujuan akhir yang membahagiakan yaitu berbahagia bersama keluarga diakhirat sana.

Tulisan ini saya buat untuk menjadi sebuah pengingat saya dan generasi saya kelak. Saya tidak punya apa-apa yang bisa diwariskan selain ilmu, mudah-mudahan ilmu yang sedikit ini bermanfaat bagi saya pribadi dan mungkin juga bagi yang membaca tulisan ini. semoga diri yang dhoif ini selalu menjadi pembelajar yang baik disekolah kehidupan ini dengan tujuan akhir adalah berjumpa dengan Pemilik dan Penggenggam ruh ini. Aamiin Allahummaamiin..

Waallahu'alam bishowab